Home
Join Monitoring Bertujuan Untuk Memastikan Pencapaian Hasil Program

Join Monitoring Bertujuan Untuk Memastikan Pencapaian Hasil Program

Lombok Timur – Join Monitroing Visit (JMV) yang dilaksanakan oleh tim kemitraan INOVASI dengan Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor pada hari Senin, 11 September 2023 di MI Unwanul Falah tidak lain bertujuan untuk memastikan pencapaian hasil program IKM basis literasi dan Pencegahan Perwakinan Anak (PPA).

Untuk diketahui, MI Unwanul Falah merupakan salah satu dari 40 MI sasaran yang telah menerapkan program IKM basis literasi dan PPA yang disebut dengan program MAULANA II.Pada JMV kali ini dihadiri oleh Kabid Penmad Kemenag NTB H. M. Amin, Widiyaswara Ahli Utama Direktorat Jenderal Pendidikan PUSDIKLAT Kemenag RI Dr. Cut N. Ummy Athiyah, Manajer Program kemitraan INOVASI dengan IAIH Pancor Heri Hadi Saputra, M.Pd, tim dari INOVASI NTB dan tim program MAULANA II.

Ketika monitoring berlangsung, Widiyaswara Ahli Utama Direktorat Jenderal Pendidikan PUSDIKLAT Kemenag RI Dr. Cut N. Ummy Athiyah mengapresiasi program kemitraan INOVASI dengan IAIH Pancor karena berdampak baik bagi mutu literasi yang ada di madrasah.

“Kita bisa lihat hasilnya secara langsung, bukan hanya murid yang harus belajar, namun guru-guru di sini (MI Unwanul Falah – red) juga belajar bagaimana cara mengajar yang membahagiakan namun tetap pada esensi pembelajarannya,” katanya.

Lebih lanjut lagi, Dia mempertegas bahwa guru yang baik itu ialah guru yang terus-menerus memperkaya diri dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks ke depannya. Maka dari itu, Ia mengingatkan para guru supaya jangan hanya berjalan di tempat saja ketika menerapkan pembelajaran ke murid-muridnya.

“Yang perlu kita lihat itu ialah bagaimana metode atau cara yang digunakan oleh guru dalam mengajar. Jangan sampai muridnya malah bosan ketika belajar, kalau sudah bosan tandanya siapa yang salah?, tidak mungkin yang salah muridnya, melainkan gurunya yang harus ditingkatkan lagi kompetensinya dalam mengajar,” ulasnya.

Sementara itu, Kabid Penmad Kemenag NTB H. M. Amin menjelaskan bahwa di dalam program INOVASI dengan IAIH Pancor telah berkontribusi banyak dalam peningkatan kualitas pembelajaran di NTB, khususnya di Lombok Timur. Hal itu dibuktikan dengan madrasah yang sudah banyak diimbaskan oleh program ini.

“Jadi guru-guru kita saat ini dituntut harus lebih kreatif lagi, jangan seperti dulu yang hanya pegang penggaris saja. Bahkan saat ini madrasah harus menerapkan lingkungan yang ramah anak,” sebutnya.

Pola fikir guru juga, kata Amin, harus diubah karena hanya dengan cara menganggap peserta didik adalah anak kita maka otomatis guru akan menerapakan prinsip dan konsep yang sama dengan anaknya sendiri. Maka pola fikir itulah yang kemudian seharusnya ditanamkan di dalam pondasi dasar seorang guru.

“Hal itu berguna juga supaya anak-anak mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Contohnya kita jadi tahu anak si A dan anak si B berbeda dalam mendapatkan pembelajaran, karena memang peserta didik memilik potensi belajar yang berbeda-beda,” jelasnya.

Leave a Comment

*

*