Home
Pendamping Ungkap Kendala IKM Basis Literasi dan PPA di Madrasah Dampingan

Pendamping Ungkap Kendala IKM Basis Literasi dan PPA di Madrasah Dampingan

Lombok Timur – Pendampingan terhadap IKM Basis Literasi dan Pencegahan Perwakinan Anak (PPA) di 40 MI di Lombok Timur ungkapkan kendala-kendala yang dihadapi ketika melakukan pendampingan secara langsung di madrasah.

Brberapa pendamping yang berasal dari Dosen IAIH Pancor dan Pengawas MI Kemenag Lombok Timur ini menjelaskan mengenai apa saja yang menjadi masalah ketika di lapangan, hal itu diungkapkan ketika melakukan refleksi bulanan pada hari ini, Kamis 1 Juni 2023 berlokasi di Lesehan Sekar Asri Sekarteja.

Pendamping sekaligus sebagai pengawas, H. Abdul Gani menuturkan, mempunyai kendala yakni adanya anak-anak yang ABK, terkadang ketika anak ABK tersebut di tempatkan duduk sendiri mereka bisa fokus untuk menerima pembelajaran. Namun ketika di tempatkan duduk bersama temannya, maka Ia akan menganggu temannya yang lain.

“Maka dari itu, perlu adanya langkah yang bijak untuk menyelesaikan persoalan ini, karena baik yang ABK maupun tidak, mempunyai hak untuk memahami pembalajaran,” tandasnya.

Sementara itu, Dosen sekaligus pendamping, Muslihan, M.Pd menjelaskan bahwa di madrasah dampingannya mempunyai persoalan tidak beraninya para guru untuk mengimplementasikan IKM gara-gara tidak adanya instruksi atau SK dari Kemenag Lotim.

“Jadi mereka belum berani menerapkan IKM itu karena katanya SK penerapannya itu di tahun depan, itu yang menjadi kendala kami. Namun guru di sana masih menerapkan literasi dasar yang diajarkan pada program MAULANA fase pertama dahulu,” katanya.

Di sisi lain, pendamping yang juga sebagai Dosen di IAIH Pancor, Nurul Hidayati, M.Pd mengatakan ada beberapa anak yang tingkah lakunya itu sering menyakiti atau memukul temannya yang lain, dan hal itu tentu berbahaya bagi anak-anak lainnya jika tidak mempunyai solusi.

“Untuk itulah terkadang itu menjadi masalah yang krusial karena anak-anak ini sulit di nasehati kalau hanya dengan kata-kata saja, karena mungkin mereka masih kecil. Namun jika sampai memukul temannya itu sudah menjadi masalah, karena mereka akan berkelahi jika dibiarkan,” ungkapnya.

Leave a Comment

*

*