Home
IAIH Pancor Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Literasi Dasar dan PPA

IAIH Pancor Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Literasi Dasar dan PPA

Lombok Timur – Tim kemitraan Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor dengan INOVASI Nusa Tenggara Barat pada hari ini, Kamis 15 Mei 2023 menggelar workshop pengembangan kurikulum untuk menyisipkan prinsip dan komponen literasi dasar dan Pencegahan Perwakinan Anak (PPA).

Workshop kali ini dilaksanakan selama dua hari bersama dengan Dosen Fakultas Tarbiyah IAI Hamzanwadi Pancor yang bertempat di Lesehan Rirana Selong dan Lesehan Elen Sandubaya. Adapun narasumber workshop ini dari Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) dan Dosen IAI Hamzanwadi Pancor Dr. Islahuddin, M.Pd.

Dalam hal ini, Ketua LPM IAI Hamzanwadi Pancor, Ahmad Hulaimi, M.A mengatakan pentingnya memahami konsep dan instrumen yang ada pada Kurikulum Merdeka (KM) saat ini. Sehingga relevan ketika di realisasikan di sekolah atau madrasah.

“Jangan sampai kita tidak memahami dengan detail tentang kurikulum merdeka itu, karena kita sebagai dosen itu mentransfer ilmu ke mahasiswa. Dan jika kita tidak memahami secara komprehensif KM itu, maka jangan salahkan mahasiswa ketika nantinya mengajar untuk sekolah atau madrasah,” katanya.

Lebih lanjut, Dia menjelaskan sama halnya ketika menyisipkan kedua hal ini yakni literasi dasar dengan PPA juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan murid. Jangan sampai hanya terkesan menyisipkan, namun tidak merealisasikan sesuai dengan tujuan dari konten dan kegiatan dari penyisipan kurikulum.

“Ini juga penting kita fahami, jangan sampai itu hanya sebuah konten saja, namun tidak ada outputnya. Untuk itulah, kita saat ini ingin menyisipkan kurikulum yang relevan dengan prinsip dan komponen literasi dasar dan PPA ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Baiq Halimatuzzuhrotulaini, M.Pd menandaskan bahwa peran Dosen sangat krusial ketika ada perubahan atau penambahan di dalam sebuah kurikulum.

“Karena di dalam perubahan itu pasti ada penyesuaian, kita tidak bisa secara sempurna memahami perubahan tersebut secara cepat dan tepat. Namun di dalamnya ada proses dan penyusunan yang tepat supaya tidak terlalu jauh keluar jalur kurikulum yang diinginkan,” ulasnya.

Di tempat yang sama, Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Muh. Sya’rani menuturkan jika perlu adanya skema supaya literasi dasar dan PPA ini bisa masuk di kurikulum. Utamanya pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang harus disusun oleh dosen.

“Penyisipan itu harus relevan juga dengan MK yang mau disisipkan, jangan sampai hanya dicocokan saja, tidak dilihat esensi dari penyisipan itu. Maka dari itu, penting untuk kita memperhatikan rincian RPS itu supaya sesuai dengan kenginan daripada literasi dasar dan PPA ini,” tandasnya

Leave a Comment

*

*