Home
Program Literasi Maulana Dinilai Berdampak Signifikan, TGB: Ini Langkah Awal Menuju Kebaikan

Program Literasi Maulana Dinilai Berdampak Signifikan, TGB: Ini Langkah Awal Menuju Kebaikan

Lombok Timur – Tim program literasi Madrasah Unggul Anak Hebat (Maulana) kemitraan INOVASI Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kampus IAI Hamzanwadi NWDI Pancor pada hari Kamis, 14 April 2022 menggelar webinar nasional literasi dasar inklusif 2022, yang bertema “pembelajaran literasi yang inklusif dalam upaya membangun generasi menuju Indonesia emas”.

Hadir pada pembukaan kegiatan webinar kali ini, Rektor IAI Hamzanwadi NWDI Pancor TGB Dr. TGKH. Muhammad Zainul Majdi, MA sebagai keynote speaker, Direktur GTK Dirjen Pendis Kemenag RI Dr. Muhammad Zain sebagai pemateri pertama, Ahli Bahasa Universitas Mataram Prof. Dr. Mahsun, M.S. sebagai pemateri kedua, dan Manager Program Maulana Heri Hadi Saputra, M.Pd sebagai pemateri ketiga.

Adapun program Maulana ini, dinilai berdampak singnifikan bagi peningkatan kapasitas literasi anak-anak di Kabupaten Lombok Timur, baik di Madrasah Ibtida’iyah maupun di Sekolah Dasar imbas. Hal itu diungkapkan oleh Provicial Manager INOVASI NTB, Sri Widuri saat sambutan pada kegiatan webinar nasional.

“Perubahan ditingkat madrasah juga sangat signifikan, guru-guru madrasah kita juga lebih inovatif membuat model-model pembelajaran yang cepat difahami dan disenangi oleh anak-anak ketika diterapkan,” ujarnya. (16/4/2022)

Kendati beberapa madrasah sasaran dari program Maulana yang berjumlah 40 MI ini masih memiliki fasilitas yang minim, namun itu tidak menyurutkan semangat dari guru dan murid untuk sama-sama menuntaskan masalah literasi dasar ini. Bahkan, menurutnya program Maulana ini merupakan program literasi yang berhasil menerapkan metode penuntasan literasi dasar bagi anak dalam beberapa tahun terakhir.

Ia melanjutkan, suksesnya program Maulana ini tentunya berkat kerjasama yang baik antara semua civitas akademika IAI Hamzanwadi NWDI Pancor, sebab impelementasi program ini juga melibatkan Relawan Literasi (Relasi) yang diambil dari Mahasiswa.

Selain itu, kata Sri, program Mulana ini telah mengimbaskan ke 141 Sekolah Madrasah (SD) yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Dengan demikian, Ia berharap ke depannya persoalan literasi ini dapat dituntaskan hingga ke akar-akarnya. Sehingga tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang mempunyai persoalan literasi di kemudian hari.

Sementara itu, Rektor IAI Hamzanwadi NWDI Pancor TGB Dr. TGKH Mauhammad Zainul Majdi, MA menjelaskan, bahwasanya di dalam Al-Qur’an juga terdapat ayat yang pertama diturunkan yakni membaca. Tentu hal tersebut menjadi sangat penting untuk memaknai kehidupan sehari-hari.

“Ini sebagai langkah awal kebaikan yang akan dibangun ke depannya, mari kita maknakan apa yang kita lakukan saat ini. Dan ini adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai dan harus kita emban dengan penuh rasa tanggang jawab,” pesan TGB yang saat ini masih berada di Kota Makkah.

Disisi lain, Dirjen Pendis Kemenag RI Dr. Muhammad Zain menyampaikan, program Maulana yang dikembangkan oleh tim dari kampus IAI Hamzanwadi NWDI Pancor dengan INOVASI NTB sangat berdampak bagi perkembangan literasi anak-anak di Lombok. Karena di dalam metode pelaksanaan program tersebut bukan didasarkan pada pembagian kelas, namun terdapat pembagian level yang menyesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.

“Bukan lagi tentang pembagian kelas, tapi dikumpulkan atau dikelompokkan sesuai dengan levelnya masing-masing. Jadi tugas guru itu hanya dua, yakni transfer of knowledge dan membentuk karakter baik siswa. Dan itu sudah di jalankan kemarin saat kami turun monitoring ke beberapa madrasah di Lombok,” tandasnya.

Leave a Comment

*

*