Home
Wakili IAIH NW Pancor, Zulfikar Sabet Juara Satu MTQ Tingkat Mahasiswa se Lombok

Wakili IAIH NW Pancor, Zulfikar Sabet Juara Satu MTQ Tingkat Mahasiswa se Lombok

Mataram – Lalu Zulfikar Lubis, salah satu Mahasiswa semester I Prodi Ekonomi Syari’ah, Fakultas Syari’ah, Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NW Pancor meraih juara satu pada lomba MTQ tingkat Mahasiswa se Pulau Lombok.

“Alhamdulillah dapat juara satu cabang hifzhil Qur’an, golongan 5 juz dan bisa mewakili nama kampus IAIH NW Pancor,” kata Zulfikar saat ditemui. (19/11/21)

Lomba MTQ yang diikuti oleh Zulfikar di tahun 2021 ini, diselenggarakan oleh UKMI Al-Iqhtishad Universitas Mataram (Unram). Dengan mengundang peserta dari seluruh kalangan Mahasiswa/i yang ada di pulau Lombok.

Ia juga diketahui sejak tahun 2019, rutin mengikuti lomba MTQ dan selalu mendapatkan juara maupun harapan pada lomba-lomba MTQ sebelumnya tersebut.

“Ini juga tidak lain berkat dari banyaknya support dan do’a, baik itu dari orang tua, guru maupun teman-teman,” ujar pria yang berasal dari Dusun Karang Desa, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara ini.

Selain itu, kata Zulfikar, motivasinya mengikuti lomba MTQ setiap tahun ialah agar lebih semangat untuk mengulang-ulang hafalan. Sebab menurutnya, kalau hadiah itu hanya dianggap sebagai bonus saja.

Dia juga mengaku banyak tantangan ketika mengikuti ajang MTQ ini, pertama harus pandai menjaga hati karena terkadang ayat-ayat yang sudah sering dibaca akan dilupa jika tidak pandai menjaga hati.

Yang kedua, lanjutnya, harus bisa melawan rasa malas dalam diri, sebab jika itu terus-menerus dipelihara maka akan meruntuhkan hafalan. Terlebih lagi dirinya yang saat ini sudah menjadi Mahasiswa.

“Kemudian tantangan berikutnya itu Handphone (HP) ini, karena kalau sudah terlena memegang HP terkadang kita bakal lupa dengan yang lain,” tandas Zulfikar yang saat ini bertempat tinggal sementara (kos) di Asrama Khodimul Qur’an.

Namun untuk menghadapi tantangan berkaitan dengan HP tersebut, Ia mempunyai cara tersendiri agar dapat mengalahkan kecanduan memegang HP.

“Makanya kadang kalau lagi serius menghafal itu HP saya jual atau tinggalin di rumah, kalaupun di bawa biasanya saya uninstal aplikasi-aplikasinya supaya nggak ganggu pas muroja’ah hafalan,” tuturnya.

Leave a Comment

*

*