Home
Perkuat Literasi Dasar, Guru MI di Lotim Dapat Pelatihan Dari INOVASI – IAIH NW Pancor

Perkuat Literasi Dasar, Guru MI di Lotim Dapat Pelatihan Dari INOVASI – IAIH NW Pancor

IAIH NW Pancor – Guna memperkuat kapasitas literasi dasar bagi guru Madrasah Ibtida’iyah (MI) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), hari ini Rabu 21 Juli 2021 Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (IAH NW) Pancor dengan dukungan program INOVASI, menggelar pelatihan penguatan kapasitas guru MI sasaran dalam literasi dasar yang inkulsif. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru MI supaya mereka lebih inklusif ketika mengajar di kelas.

Penguatan kapasitas guru itu berlangsung secara serentak dan dilaksanakan di 5 MI yang merupakan sasaran program MAULANA, yaitu di MI NW Teros Kecamatan Labuhan Haji, MI Hamzanwadi 01 Pancor Kecamatan Selong, MI NW Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia, MI NW Tebaban Kecamatan Suralaga dan MI Tarbiyatul Muslimin Kecamatan Masbagik.

Mereka yang dibekali ini adalah para guru pengajar kelas awal (kelas1-3) yang berasal dari 40 MI sasaran program. Pelatihan ini sendiri akan berlangsung selama 4 hari.

Manager program MAULANA kemitraan INOVASI dengan IAIH NW Pancor Heri Hadi Saputra M.Pd., mengatakan, penguatan literasi bagi guru ini bertujuan supaya guru mampu memahami dengan baik metode yang digunakan ketika mengajar siswa/i yang mengalami kesulitan dalam menulis dan membaca.

“Tujuannya agar guru lebih terampil dan inklusif mengajarkan peserta didiknya di kelas, karena kita akui juga terkadang beberapa guru mengalami kesulitan memahami kebutuhan siswanya. Terlebih lagi, ada saja siswa yang mengalami kesulitan membaca ataupun menulis dibandingkan teman-temannya yang lain,” jelasnya. (21/7/21)

Menurut Heri, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun kualitas SDM dari madrasah-madrasah yang ada di Lombok Timur. Inilah tujuan besar dari program MAULANA, yang merupakan kemitraan antara IAIH Pancor dan Program INOVASI.

“Tekad kami bukan hanya mengembangkan kapasitas SDM yang ada di dalam Madrasah itu, akan tetapi dengan program MAULANA ini, kita juga ikhtiarkan untuk sama-sama membangun madrasah dari SDM yang dimilikinya. Sehingga sumber daya yang ada di madrasah itu akan secara otomatis membangun madrasahnya sendiri,” tuturnya.

Selain itu, penguatan ini nantinya sebagai ajang bagi guru-guru MI membeberkan apa saja kesulitan mengajar yang selama ini dialami. Sebab, menurutnya dengan memahami berbagai kesulitan guru itu maka mereka bisa merancang metode pembelajaran yang diharapkan akan menjawab kesulitan-kesulitan itu.

Masa pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Heri, sesungguhnya menjadi momentum yang tepat bagi para guru untuk menjadi lebih inovatif. Mereka dituntut untuk mengembangkan cara pembelajaran yang menarik dengan tidak meninggalkan esensi dari pelajaran tersebut.

“Pandemi ini mengajarkan kita bagaimana cara mengajarkan anak-anak dengan menerapkan model pembelajaran jarak jauh yang inovatif, kreatif, dan tidak membosankan. Karena kalau kita lihat sekarang ini tantangan guru bukan hanya memecahkan kesulitan belajar di dalam kelas, namun adanya pandemi ini juga mengubah segalanya, termasuk model pembelajaran siswa,” papar Heri.

Maka dari itulah, Ia berharap dengan adanya penguatan kapasitas dasar literasi bagi guru ini, nantinya mampu menjawab keluh kesah yang dialami oleh tenaga didik khususnya di MI yang tersebar di wilayah Lotim.

Sementara itu di tempat pelatihan, salah satu pemateri Dewi Rohani, M.Pd menandaskan, kemampuan literasi siswa di kelas sangat beragam. Maka dari itu, guru harus bisa mengenali kebutuhan masing-masing siswa.

“Kemampuan literasi siswa sangat beragam, ada yang hanya bisa mengeja, ada yang hanya mengenali huruf dan lainnya. Kemampuan guru untuk bisa mengelola kelas itu sangat menantang, karena ada saja siswa yang terkadang bosan dengan metode yang begitu begitu saja,” ujarnya.

Ia berharap setelah guru-guru mendapatkan materi pelatihan, nantinya mereka mampu mengimpelementasikan di madrasah masing-masing.

“Jadi guru harus mampu mengembangkan potensi siswanya, karena bagaimanapun itu merupakan tanggungjawab dari seorang guru. Kalaupun ada kesulitan, maka itulah tujuan dari penguatan kapasitas guru ini supaya kesulitan guru itu bisa teratasi,” sambungnya.

Penulis : Febriga Rifky

Leave a Comment

*

*