Home
Kemitraan INOVASI – IAIH NW Pancor Gelar Penguatan Literasi Fasda

Kemitraan INOVASI – IAIH NW Pancor Gelar Penguatan Literasi Fasda

IAIH NW Pancor – Guna meningkatkan kapasitas literasi bagi anak-anak Madrasah Ibtida’iyah (MI) di Lombok Timur, tim kemitraan INOVASI dari Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (IAIH NW) Pancor menggelar penguatan literasi yang inklusif bagi Fasilitator Daerah (Fasda) Pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan tersebut berlokasi di Hotel Green Ory, Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lotim. Total ada 29 Fasda Pembelajaran yang mengikuti pelatihan, yang terdiri dari unsur internal IAIH NW Pancor dan Kementerian Agama Lotim.

Manager program MAULANA kemitraan INOVASI – IAIH NW Pancor Heri Hadi Saputra mengatakan, penguatan literasi bagi Fasda Pembelajaran di Lotim ini berlangsung selama empat hari. Dengan harapan Fasda Pembelajaran dapat secara langsung merealisasikan materi yang didapatkan.

“Ini merupakan salah satu cara kita membangun generasi ke depannya, untuk menguatkan kapasitas literasi anak-anak kita,” kata Pria yang juga sebagai akademisi itu. (20/5/21)

Pasalnya, selama ini menurut Dia terdapat sebagian MI di Lotim ternyata masih dalam kondisi yang serba kekurangan. Maka dari itu, Ia menghadirkan program bernama Madrasah Unggul Anak Hebat yang disingkat MAULANA. Untuk kemudian diimpelementasikan di masing-masing Madrasah yang ada di Lotim

“Ada 40 MI sasaran dalam program ini yang kondisinya serba berkecukupan, semoga ini langkah yang baik juga untuk kita semua membangun generasi bangsa,” ujarnya.

Pelatihan ini, kata Heri diniatkan juga supaya Fasda diseluruh Lotim bisa memahami dengan baik materi yang disampaikan sehingga bisa mendampingi guru dan kepala sekolah.

Kepala sekolah maupun Madrasah sasaran menurutnya dengan program ini bisa memahami tentang literasi dilingkungan Madrasah. Bahkan program ini menjadi salah satu alat untuk menguatkan kapasitas literasi anak didik di madrasah yang tersebar di Lotim.

“Kami harapkan Fasda bisa memiliki pengalaman dan pembelajaran dalam menggunakan materi dan bahan program,” tandasnya.

Disisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Lotim H. Sirojuddin sangat mengapresiasi program MAULANA yang dikembangkan oleh kemitraan INOVASI – IAIH NW Pancor. Hal itu dikarenakan program tersebut sesuai dengan kondisi yang ada di Lotim.

“Kegiatan kita ini sangat luar biasa, dalam rangka melihat kondisi kita di Lotim ini,” sebutnya.

Tentu dirinya juga tidak mau melihat anak-anak Madrasah di Lotim mengalami kondisi yang tidak baik. Terlebih lagi, di musim pandemi Covid-19 seperti saat ini anak-anak mayoritas belajar secara online.

“Kalau sampai kelas lima belum bisa membaca, kan celaka ini,” peringatnya.

Maka dari itu, program ini katanya merupakan ikhtiar yang baik. Apalagi pada program MAULANA ini terdapat nama Pahlawan Nasional satu-satunya asal NTB yaitu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

“Beliau adalah mitra kita semua di pulau Lombok, milik nasional bahkan milik internasional. Dengan nama itu semoga mendapatkan berkah,” harapnya.

Pada anak usia MI, dijelaskan olehnya merupakan tingkat yang krusial untuk meletakkan pondasi. Sebab, salah satu dari program besar Kemenag itu juga untuk membangun pendidikan bagi anak Negeri.

“Insyallah ketika program ini dimulai, maka itu juga sebagai penopang dasar bagi jenjang berikutanya. Maka dari itu kami sangat mengarpesiasi program ini,” tuturnya.

Penulis : Febriga Rifky

Leave a Comment

*

*