Home
Wisuda IAIH NW Pancor Semarakkan Gerakan Kampus Meneliti

Wisuda IAIH NW Pancor Semarakkan Gerakan Kampus Meneliti

Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi NW Pancor menggelar wisuda mahasiswa program S1 periode 2017/2018, Minggu (03/17). Acara yang digelar di GOR Yayasan Pendidikan Hamzanwadi menghadirkan banyak tokoh dan peneliti.

Sebelum memberikan sambutan, DR. TGH. Muhammad Zainul Majdi, MA. selaku Rektor IAI Hamzanwadi NW Pancor membuka acara Rapat Terbuka Senat Institut. Dalam Rapat dan sambutan tersebut, Zainul Majdi menekankan pentingnya gerakan penelitian pada tingkat mahasiswa. Sehingga wisuda yang menjadi salah satu indikator keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tinggi dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak berhenti pada tataran seremonial semata. Namun berlanjut kepada pengembangan yang lebih aktual dan aplikatif di tataran sosial. Baik itu yang sifatnya akademis, maupun non akademis.
Oleh IAI Hamzanwadi NW Pancor, berbagai persoalan di Nusa Tenggara Barat, seperti rendahnya kualitas SDM, masalah kesehatan masyarakat yang masih minim dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih berada di bawah standar Nasional berusah dipecahkan dengan membuat rangkaian program kampus yang terhubung secara langsung dengan masyarakat. Ini sudah dilakukan IAIH NW Pancor dengan membuat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang lebih banyak melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya.

Wakil Rektor I bidang akademik H. Abd Kabir, MH. Menerangkan bahwa “dalam rangka mewujudkan visi dan misi IAIH NW Pancor untuk berkembang dan maju bersama masyarakat, selain dengan meningkatkan sarana prasana penunjang perkuliahan yang sejalan dengan tuntutan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, IAIH NW Pancor membuat MOU dan pelaksanaan program bersama dengan berbagai pihak, seperti dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan berbagai kampus yang masuk dalam Forum Komunikasi Peneliti (FKDP) Kopertais IV Surabaya, IAIH NW Pancor berusaha mewujudkan program tersebut sebagai fondasi dalam membentuk Gerakan Ekonomi Hijau di NTB. Oleh IAIH NW Pancor, program tersebut kemudian ditunjang dengan mengirim Dosen dan Mahasiswa untuk ikut aktif pada berbagai Kursus Singkat (Short Course) dan program beasiswa, baik itu di Dalam Negeri (DN), maupun di Luar Negeri (LN). Hal ini tentu dilakukan untuk melahirkan alumni-alumni dan civitas akademika yang berkualitas dan mampu bersaing ditengah persaingan dan kompetisi diantara para perguruan tinggi di NTB yang semakin kompetitif”.

“dalam rangka meningkatkan daya saing IAIH NW Pancor ditingkat nasional, IAIH mensinergikan pengembangan jurusan-jurusan baru seperti Perbangkan Syariah (PS), Managmen Dakwah (MD) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dengan pola pengembangan ekonomi nasional. Baik itu, terkait perkembangan ekonomi mikro, pengembangan masyarakat Indonesia yang toleran dan bebas dari radikalisme serta pengembangan wisata halal” (lanjutnya)
“dalam ke-27 ini, jumlah yang wisuda dari prodi PAI 129 orang, PGMI 35 orang, PBA 40 orang, HES 17 orang, ES 33 orang, KPI 14 orang dan BKI 20 orang sehingga total yang wisuda tahun ini sejumlah 288”

Leave a Comment

*

*