Home
Kemenag Lotim Gelar Rapat Kerja Penyuluh Agama

Kemenag Lotim Gelar Rapat Kerja Penyuluh Agama

PANCOR, 23/02/17 Kementrian Agama (kemenag) Lombok Timur seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Islam Kantor Kemenag Lombok Timur mengadakan rapat Kerja Penyuluhan agama dengan tema “strategi pengembangan penyuluhan agama di Kabupaten Lombok Timur”
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di aula kantor Kemenag Lombok timur, dari pukul 9:00 wita hingga selesai. kegiatan yang akan dihadiri oleh 40 orang peserta dari unsur penyuluh kemenag kabupaten  Lombok Timur baik yang PNS maun non PNS, 

Acara yang rencananya akan dihadiri langsung oleh kepala Kemenag H. Nasrudin tersebut juga dihari oleh  nara sumber lain, dari kasi bimas. kemudian unsur akademisi IAIH NW Pancor.

Muhammad Ihsan, M.A, selaku dekan fakultas dakwah komunikasi islam menyampaikan bahwa, memang benar kegiatan tersebut akan terlaksana pada hari ini, dan pada kegiatan tersebut saya akan menyampaikan makalah dengan judul “STRATEGI PENGEMBANGAN PENYULUHAN AGAMA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR (Analisis Pengembangan Strategi Penyuluhan Berbasis pendekatan Participatory Action Research)” terangnya saat dikonfirmasi di kantor ruang kerja fakultas dakwah. (kamis. 23/02/17)
Ihsan menyampaikan dalam materinya bahwa ada beberapa hal penting yang selama ini diamati dalam penyuluhan terhadap masyarakat, item penting tersebut menurut Ihsan adalah:
Dari beberapa kajian yang telah dituangkan di atas maka dapat ditarik kesimpulan anatara lain:
1.        Secara general beberapa problem penyuluhan yang perlu dicermati secara kritis antara lain sebagai berikut: Kemampuan perencanaan program-program penyuluhan yang kreatif, inovatif dan proyektif yang perlu ditingkatkan, Pengelolaan sumber daya penyuluh, pemahaman para penyuluh terhadap konsep dasar penyuluhan, pendekatan penyuluhan, teknik-teknik penyuluhan dan teori-teori penyuluhan., Implementasi pelaksanaan penyuluhan cenderung bersifat formalistik dan strukturalistik, Metode pelaksanaan penyuluhan lebih cenderung bersifat konvensional, belum partisipatif dan transformative, Efektifitas  pelaksanaan pelaporan dan evaluasi program yang dapat menjadi dasar pengembangan program secara berkelanjutan, Kemampuan penyuluh dalam hal penguasaan teknologi pendukung masih lemah, Frekuensi dan kesempatan pengembangan dan pelatihan.
2.        Tawaran pengembangan strategi penyuluhan Agama dengan pendakatan participatory Action Research dengan beberapa tahapan sebagai berikut: Tahap I. Tahap to Know(mengetahui kondisi Riil masyarakat), Tahap II Tahap to understand (memahami problem jamaah), Tahap III Tahap to Plan (merencanakan pemecahan masalah masyarakat), Tahap IV to action dan reflection (melakukan program aksi dan penyuluhan, penyadaran).
3.        Dalam kerja-kerja penyuluhan juga menjadi bagian yang sangat penting yang harus dibuat oleh para penyuluh yaitu membuat Field note, catatan lapangan untuk merekam semua proses kerja dalam hal ini kerja-kerja penyuluhan, strategi ini penting sebagai bagian research sederhana untuk ditindaklanjuti dan dapat dijadikan laporan kepada pimpinan tentang perkembangan kerja-kerja penyuluhan yang telah diperbuat oleh para penyuluh.(ucap ihsan saat menyampaikan makalah di ruang aula kemenag) lombok timur  

Leave a Comment

*

*