Home
Kegiatan Menyambut Bulan Suci Ramadha

Kegiatan Menyambut Bulan Suci Ramadha

Momen peringatan menyambut Bulan Suci Ramadhan salah satu rombongan STITNU Amahsuni melakukan kerajasama wisata ziarah makam ke salah satu makam tokoh pejuang kemerdekaan penjajah Belanda dan tokoh pejuang Pendidikan dan sekaligus pendiri NWDI, NBDI, dan NW. pada saat berlangsungnya acara ziarah makam dari STITNU Almahsuni yang di dampingi oleh kepala biro akademik IAIH NW Pancor M. Indra Gunawan, S.E.I,.M.H.I dan H. Mursidin. M.Pd.I selaku dosen IAIH NW Pancor bserta petugas keamanan IAIH NW Pancor, dimana acara tersebut di sambut dengan baik oleh pihak institut dan kepala biro akademik diminta untuk emberikan sepatah kata kepada pimpinan, semua dosen dan mahasiswa STITNU Almahsuni yang kurang lebih ber jumlah 200 orag mahasiswa terkait perjuangan al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Kepala biro Akademik M. Indra Gunawan menjelaskan bahwa titik perjuangan beliau diawali dari perjuang beliau untuk mendirikan pesantren al-Mujahidin pada tahun 1934 M. kemudian pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 H/22 Agustus 1937 M. dia mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Madrasah ini khusus untuk mendidik kaum pria. Kemudian pada tanggal 15 Rabiul Akhir 1362 H/21 April 1943 M. dia mendirikan madrasah Nahdlatul Banat Diniah Islamiyah (NBDI) khusus untuk kaum wanita. Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama di Pulau Lombok yang terus berkembang dan merupakan cikal bakal dari semua madrasah yang bernaung di bawah organisasi Nahdlatul Wathan. Dan secara khusus nama madrasah tersebut diabadikan menjadi nama pondok pesantren ‘Dar al-Nahdlatain Nahdlatul Wathan’. Istilah ‘Nahdlatain’ diambil dari kedua madrasah tersebut. Dia aktif berdakwah keliling desa di Pulau Lombok dan mengajar.

Pada tahun 1952, madrasah-madrasah cabang NWDI-NBDI yang didirikan oleh para alumni di berbagai daerah telah berjumlah 66 buah. Maka untuk mengkoordinir, membina dan mengembangkan madrasah-madrasah cabang tersebut beserta seluruh amal usahanya, al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan yang bergerak di dalam bidang pendidikan, sosial dan dakwah islamiyah pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1372 H/1 Maret 1953 M. sampai dengan tahun 1997 ini lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola oleh Organisasi Nahdlatul Wathan telah berjumlah 747 buah dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi, begitu juga lembaga sosial dan dakwah islamiyah Nahdlatul Wathan berkembang dengan pesat bukan hanya di NTB melainkan juga diberbagai daerah di Indonesia seperti NTTBaliJawa TimurJawa BaratDKI JakartaRiauSulawesiKalimantan, bahkan sampai ke mancanegara seperti MalaysiaSingapuraBrunei Darussalam, dan lain sebagainya.
Pada zaman penjajahan, al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid juga menjadikan madrasah NWDI dan NBDI sebagai pusat pergerakan kemerdekaan, tempat menggembleng patriot-patriot bangsa yang siap bertempur melawan dan mengusir penjajah. Bahkan secara khusus al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid bersama guru-guru Madrasah NWDI-NBDI membentuk suatu gerakan yang diberi nama “Gerakan al-Mujahidin”. Gerakan al-Mujahidin ini bergabung dengan gerakan-gerakan rakyat lainnya di Pulau Lombok untuk bersama-sama membela dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan Bangsa Indonesia. Dan pada tanggal 7 Juli 1946, TGH. Muhammad Faizal Abdul Majid adik kandung Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memimpin penyerbuan tanksi militer NICA di Selong. Namun, dalam penyerbuan ini gugurlah TGH. Muhammad Faisal Abdul Madjid bersama dua orang santri NWDI sebagai Syuhada’ sekaligus sebagai pencipta dan penghias Taman Makam Pahlawan Rinjani SelongLombok Timur.
Oleh karena jasa-jasa dia itulah, maka pada tahun 1995 belau dianugerahi Piagam Penghargaan dan medali Pejuang Pembangunan oleh pemerintah. Disamping itu, al-Mukarram Maulana al-Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid selaku seorang mujahid selalu berupaya mengadakan inovasi dalam gerakan perjuangannya untuk meningkatkan kesejahteraan ummat demi kebahagian di dunia maupun di akhirat.
Di antara inovasi/rintisa-rintisan dia adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran agama Islam di NTB dengan sistem madrasi, membuka lembaga pendidikan khusus untuk wanita, mengadakan ziarah umum Idul Fitri dan Idul Adha dengan mendatangai jamaah di samping didatangi, meyelenggarakan pengajian umum secara bebas, mengadakan gerakan doa dengan berhizib, mengadakan syafa’at al-kubro, menciptakan tariqat, yakni tariqat Hizib Nahdlatul Wathan, membuka sekolah umum disamping sekolah agama (madrasah), menyusun nazam berbahasa Arab bercampur bahasa Indonesia, dan lain-alin.
Sebagai seorang Ulama’ mujahid dia telah memberikan keteladanan yang terpuji. Seluruh sisi kehidupan dia, dia isi dengan perjuangan memajukan agama, nusa dan bangsa. Tegasnya, tiada hari tanpa perjuangan. Itulah yang senantiasa terlihat dan terkesan dari seluruh sisi kehidupan dia yang patut dicontoh dan diteladani oleh seluruh pengikut dan murid dia.
Didalam penutupan, sambutan sekaligus penjelasan dari kepala biro akademik, beliau meminta kepada ketua STITNU H. Muhsan untuk istiqomah menjalin silaturrahmi antara IAIH NW PANCOR dengan STITNU Almahsun dengan tujuan agar perguruan tinggi kita bukan hanya kerjasama dalam betuk wisata tapi kita usahakan supaya antara STITNU Almahsuni bisa bekerjasama dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi baik dalam bidak akademik, mahasiswa dan lain sebagainya, dari tanggapan ketua STITNU Almahsuni H. Muhasan memberikan apresiasi dan terimaksih yang sebesar-besarnya semoga silaturrahmi ini berujung dalam bentuk kerjasama kita dalam peningkatan mutu perguruan tingg..

Leave a Comment

*

*