Home
Pembentukan Pokja IT IAIH Pancor

Pembentukan Pokja IT IAIH Pancor

Pada hari minggu 14 Februari 2015 telah diselenggarakan semacam acara yang akan bermuara untuk pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang akan bertugas untuk membangun dan mengelola hal-hal yang berhubungan dengan teknologi informasi (IT) di Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor. 
Acara ini dibuka oleh sambutan dari Pembantu Rektor I (PRI) Bidang Akademik Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor, Bapak Abd. Kabir, SH., MH. Isi sambutan dari PRI salah satunya adalah latar belakang tentang pentingnya IT yang salah satunya adalah website. Asal mula pembentukan Pokja ini diawali dari kebutuhan akan website institusi dengan segala macam aplikasi pendukungnya (e-learning, digital library, serta yang paling dasar adalah website utama sebagai pusat informasi yang mudah dikelola). Disampaikan oleh Bapak PR I “Tidak hanya kampus nyata saja yang harus kita bangun, tetapi juga kampus di dunia maya.” Dijelaskan juga oleh Bapak PR I mengenai domain baru Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor yaitu iaihpancor.ac.id dan akan menggantikan domain sebelumnya. Proses untuk memperoleh domain ini melalui registrasi yang ketat karena saat ini domain .id ditangani oleh Kemenkominfo melalui PANDI. Misi pertama dari Pokja ini adalah pembentukan tim untuk membangun dan mengelola website baru dengan segala aplikasi pendukungnya.
Selanjutnya adalah beberapa penjelasan teknis tentang optimalisasi domain iaihpancor.ac.id oleh menantu dari PR I, Hamzah Maulana. Dalam beberapa hal justru kampus/kantor/rumah di dunia maya jauh lebih penting karena memberikan akses tanpa batas baik dari sisi geografis maupun waktu. Seperti sebuah proyek konstuksi, saat ini kita telah memiliki tanah dan tantangan ke depan adalah membangun bangunan dan mengelola segala fasilitasnya.
Pokja ini akan diketuai oleh Pak Marzuki dan akan beranggotakan sekitar enam orang. Disampaikan oleh Pak Marzuki bahwa domain baru ini nanti akan menyatukan berbagai inisiatif, karya, maupun blog dari IAIH Pancor yang selama ini tercecer dan tidak berdiri dalam satu kesatuan.

Leave a Comment

*

*